9/26/2015

Ucapan Terimakasih




Saya pernah berjanji, menuliskan laman persembahan ini di blog karena tidak saya cantumkan di skripsi. Inilah orang-orang yang terlibat, banyak ataupun sedikit, diminta maupun tidak, ikhlas ataupun terpaksa, hahaha..

Pengerjaan skripsi diawali dengan perebutan pembimbing Skripsi, dan setelah berjuang dengan agak maksa, saya pun berjodoh dengan Prof. H. Yaya S. Kusumah, sebagai pembimbing I dan Dr. Hj Aan Hasanah sebagai pembimbing II. Skripsi saya bukan apa-apa tanpa mereka :’) Sehat terus ya, Pak, Bu.

Lalu pemilihan judul. Pak Yaya minta saya mencari 10 judul sekaligus outline nya untuk diajukan kepada beliau. Malam itu, hari Rabu, saya minta ditemani Dean nongkrong di perpus hingga larut. Thanks Dean, yang udah bawain roti dan aqua karena saya lupa makan sejak siang.

Setelah beberapa kali melewati tahap diskusi dengan Pak Yaya, akhirnya lahirlah judul skripsi: Literasi Matematis dan Kecemasan Matematika Siswa SMA dalam Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning. Topik yang saya ambil Geometri. Literasi? Apa itu Literasi? Ini lucu. Awalnya saya tertarik dengan sebuah judul Disertasi yang menyebutkan kata literasi matematis. Literasi yang saya tahu adalah kemampuan menulis, dan saya suka menulis. Lalu kenapa kemampuan menulis dikaitkan dengan matematika? Saya sudah sangat ke-pe-de-an saat itu. Saya yakin kemampuan menulis itu sangat penting dalam bermatematik. Tadinya saya pikir skripsi saya akan bicara soal itu, soal bagaimana mengkomunikasikan matematika melalui tulisan. Tapi nyatanya saya salah! Literasi yang dimaksud tidak persis seperti arti harfiahnya! Literasi matematis bukan biacara soal itu! Saya kena zonk T.T Tapi karena Pak Yaya sudah terlanjur tertarik dengan salah satu judul yang saya ajukan itu, akhirnya saya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ditambah lagi, saat itu saya orang pertama di antara orang-orang yang mengontrak skripsi, yang mengukur dua domain sekaligus (kognitif dan afektif). Ini juga lucu. Tadinya saya tertarik membahas tentang kecemasan matematika yang nampaknya berpengaruh juga pada prestasi siswa dalam bermatematika. Tapi kata Pak Yaya, kalau saya hanya mengukur kecemasan matematika, artinya hanya mengukur domain afektif, sedangkan sejatinya afektif dalam matematika tidak begitu krusial untuk diukur. “Orang yang mengerjakan soal matematika, pasti jujur. Tidak ada yang membuktikan teorema lalu ia berbohong di tengah-tengah langkah pembuktiannya,” kata Pak Yaya. Dan ia benar, selalu benar. Buat apa kita ukur afektifnya kalau begitu? Ya sudah, kita ukur kognitif saja berarti, ya Pak? “Tapi, kalau kamu hanya mengukur kognitif, kamu kehilangan kesempatan untuk belajar membuat angket” Jadi kesimpulannya, ukur dua-duanya! Fix banget ini mah kena zonk teh -_-

Pembuatan proposal gak ada kendala. Mulai ribet itu ketika membuat instrumen dan perangkat pembelajaran, dari mulai kisi-kisi, soal, butir angket, sampai pembagian materi. Orang-orang yang terlibat dalam pembuatan instrument ini adalah:
Pak Wawan Kahiyangan, S.Pd, begitulah nama facebooknya. Dia itu guru Fisika di sekolahan ade saya, yang pernah mengajar les saya. Guru sekaligus partner curhat soal perkuliahan macem begini. Terimakasih, Pak, sudah bantu saya menyusun bahan ajar, berdiskusi tentang pemilihan project, dan memeriksa RPP saya :) Dalam pembuatan bahan ajar berupa Lembar Kerja Proyek, saya juga dibantu teman saya bernama Deni. Dia yang bikin ilustrasi, buat apa punya teman anak TI kalau gak kita maintain tolong hehehe. Thankyou, Deni. Ilustrasinya oke.

Selanjutnya penyusunan instrument atau soal literasi matematis. Kali ini special thanks buat Lucy Dewan Yulianto, yang udah mau berbagi soal-soal literasi yang dia pakai untuk penelitiannya bersama salah satu dosen. Padahal katanya soal-soal itu gak boleh beredar, hehe. Tapi Lucy baik, mau ngasih ke saya dan gak lupa nanyain progres pembuatan instrument saya tiap ketemu.

Lalu ada Derandi, alias Dean Reafangga Setiadi. Dia Bapa Geometri! Sejak awal memilih topik Geometri saya bilang ke dia: De, berjanjilah jangan pernah meninggalkan aku. Hahaha lebay emang. Tapi saya serius. Saya berani ambil Geometri yang seksi itu, salah satunya karena Dean berjanji akan membantu kalau saya butuh sesuatu. Bahkan kalau saya butuh orang lain selain dia. Sebut saja Taqi. Dia calon Bapa Geometri. Saya diajak ke tempat Taqi oleh Dean untuk diskusi saat penyusunan instrument. Mereka berdua itu pakar Geometri lintas angkatan, Thankyou gaes!

Makasih juga buat Ate yang beberapa kali jadi observer saat sedang penelitian. Terimakasih buat Mpit alias Rizky Fitriani yang bersedia menggantikan saya mengajar di kelas PPL saya sementara saya penelitian. Terimakasih buat siswa-siswi kelas X MIA 3 dan 4 SMA N 6 Bandung yang dengan senang hati (walaupun tidak tahu) menjadi objek sekaligus subjek penelitian saya. Juga anak-anak kelas XI MIA 5 yang udah saya repotin untuk uji soal dan angket. hehe

Setelah menyusun instrument, melakukan penelitian, dan pengambilan data, langkah terakhir sebelum penutup adalah pengolahan data. Nah, bagian ini yang penuh dengan cobaan. Siapapun yang pernah mengolah data skripsi, pasti ingin mendapatkan hasil yang sesuai hipotesis. Kalau tidak sesuai? Ya dianalisis kenapa sebabnya, atau… disesuaikan. Hehehe. Itulah godaan terbesarnya. Alhamdulillah dalam pengolahan data, saya gak terlalu banyak kendala. Ada yang tidak sesuai hipotesis tapi itu juga bukan masalah karena berhasil saya analisis. Tahap olah data ini yang paling berjasa adalah teman saya Dina Putri Setyowati. Dia yang sudah selangkah lebih dulu dalam pengerjaan skripsi, sudah ekspert banget ngotak-ngatik SPSS. Dia juga yang nemenin saya malam-malam nongkrong di perpus buat nyari tau salah satu cara pengolahan data. Saat itu sudah hampir ditutup pendaftaran sidang, tapi pembimbing saya malah minta saya buat ganti rumusan masalah, otomatis olah datanya beda lagi. Itu masa-masa kritis, dan Dina ada di situ. Terimakasih Alloh yang baik, telah menciptakan makhluk mungil nan endut Dina Putri :* hihi. Makasih juga buat teh Siti Munirah, wisudawan terbaik tahun lalu, yang telah minjemin buku-buku statistiknya buat referensi.

Hingga akhirnya sampailah saya pada sidang skripsi. Dibantai habis oleh penguji tanpa didampingi pembimbing skripsi. Hahaha. Tapi gak papa, saya lega. Semua yang saya usahakan gak sia-sia. Terimakasih ya kalian :) Semoga Alloh yang Maha Baik membalas kebaikan kalian dengan balasan yang berlipat, aamiin. Buat yang belum kesebut namanya, mungkin saya lupa, tapi doa ini buat kalian juga :)

3 comments:

komentar capruk anda akan muncul setelah dimoderasi admin :)