5/20/2015

peluru beruntun

Senyum pasca suksesnya ujian PPL saya rupanya tak bertahan lama. Tiga hari menyepi di rumah orang tua dan kembali ke perantauan disambut kejutan yg bertubi-tubi datangnya. Anak berencana, orang tua mengatur, tapi Tuhan yg berkehendak.

Tak pernah saya berpikir sematang kemarin ketika memutuskan untuk segera lulus dan bekerja di pusdiklat bersama adik dari nenek saya. Ia bisa dibilang senior di situ dan saya tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Target lulus Juni, lalu saya mau pulang buat belajar menyetir sebulan. Setelah itu cus ke Ibu Kota nyamperin adik nenek saya itu. Berawal dari nyupirin dia dari satu tempat diklat ke tempat diklat lain, siapa tahu bisa dapat sesuatu.Yamananya juga usaha..

Tapi ia berkata lain, sungguh di luar dugaan. Ia keukeuh menyuruh saya lanjut kuliah S2. Tentu di jurusan yg linier dengan S1 saya. S1 gak laku, katanya. Omaigat. Mimpi buruk apa lagi ini?

Singkat cerita, bokap yg sama sekali gak pernah ngatur tentang urusan karir saya tiba2 ikut2an nyuruh S2. Mumpung masih muda, katanya. Masalahnya adalah saya sama sekali gak pernah kepikiran untuk kuliah lagi. Apalagi di jurusan yg sama. Saya cuma mau cari kerjaan dengan gaji yg menjanjikan salah satunya buat nguliahin adek saya. Dia tuh yg mestinya sekolah tinggi2, otak dia kelewat encer soalnya hahaha.

Tapi oke fine. Sebagai gadis penurut seperti biasanya, saya akan coba. Saya mulai cari tahu beasiswa2 S2 yang bisa saya ikuti, mengingat Ipk saya yg pas pasan dan biaya S2 yang selangit. Oke fine.

Tidak sampai di situ. 3 hari menjelang PPL beres saya malah dikejutkan dengan jadwal sidang yg dimajukan tanpa rasa mahasiswawi. Gilak. Yang tadinya minggu ke 3 Juni jadi tgl 2 Juni. Naskah skripsi terakhir dikumpulkan 8 hari lagi. Itu gilak. Saya yg berencana ngolah data dan lanjut ngerjain bab 4 minggu depan  (setelah tetek bengek PPL kelar) malah hectic bukan main. Semua perhitungan saya salah. Sepertinya saya gak bakal bisa kejar sidang Juni. Walaupun dalam lubuk hati ini, saya masih berharap jadwal sidang dibuka 2x untuk bulan Juni. Bukan apa2, saya hanya mencoba menyelamatkan diri dari pendebetan rekening buat SPP. Bayangkan saya harus membayar full 2jt untuk mengontrak skripsi saja. Dikira kentut gue keluar duit apa? ckck..

"bunuh saja Hayati di rawa-rawa, Bang"

bersambung...

No comments:

Post a Comment

komentar capruk anda akan muncul setelah dimoderasi admin :)